Langsung ke konten utama

BERITA 6

Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Diperlukan Untuk Hadirkan Pelayanan Publik Yang Baik




Jakarta – Inovasi tata kelola pemerintahan di tengah gempuran kemajuan teknologi dan informasi mutlak diperlukan agar problematika yang dihadapi masyarakat cepat terselesaikan. Inovasi sektor pemerintahan juga diperlukan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran representasi negara di tengah mereka.
Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto mengatakan, inovasi berbasis digital di era revolusi industri 4.0 perlu terus ditingkatkan. Meski demikian, inovasi yang dilakukan harus memperhatikan seluruh aspek dan konsekuensi yang ditimbulkan.
“Kita memang perlu berinovasi di sektor tata kelola pemerintahan agar mampu mengikuti perubahan yang terjadi secara massive di masyarakat. Namun inovasi itu memang perlu dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif,” jelasnya saat memberikan sambutan dalam acara “Penandatanganan Nota Kesepahaman antara LAN dengan lima Pemerintah Kabupaten/Kota, di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN Jakarta, Rabu (4/4). Kelima Pemerintah itu antara lain : Pemerintah Kota Probolinggo, Pemerintah Kabupaten Tuban, Pemerintah Kabupaten, Mesuji, Pemerintah Kabupaten Agam, dan Pemerintah Kabupaten Banggai.
Menurut Kepala LAN, inovasi tidak bisa dihindarkan. Di tengah kemajuan teknologi berbasis digital, banyak sekali perubahan yang terjadi, khususnya paradigma masyarakat.
“Kita tentu sadar bahwa inovasi di bidang teknologi telah menggeser cara pandang, peradaban dan kultur di masyarakat kita. Contoh riilnya adalah semakin sepinya kawasan Glodok karena pergeseran paradigma masyarakat yang lebih memilih belanja secara online disanding konvensional,” jelasnya.
Contoh lain yang riil, lanjut Kepala LAN adalah aplikasi transportasi berbasis on line yang kini semakin marak dan dirasakan banyak sekali manfaatnya bagi masyarakat, terlepas dari masih banyaknya kekurangan di sana-sini.
Sejumlah perkembangan dan perubahan yang memengaruhi cara pandang dan pola hidup masyarakat itu harus disikapi dengan bijaksana. Perlu langkah terobosan yang benar-benar memberikan alternatif solusi bagi semua pihak tanpa ada yang merasa dirugikan.
“Berbagai inovasi yang muncul itu pada dasarnya ingin mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Demikian juga dengan pemerintah yang harus mau mengikuti perubahan tersebut melalui pendekatan yang up to date agar tidak ketinggalan jaman,” ujarnya.
Apalagi, lanjut dia, pelayanan publik merupakan suatu tolok ukur kinerja pemerintah yang paling kasat mata. Masyarakat dapat menilai langsung kinerja pemerintah melalui pelayanan yang diterimanya.
“Kemudahan mendapatkan pelayanan publik yang cepat, murah dan efisien menjadi hal mutlak sebagai wujud hadirnya negara di tengah masyarakat,” kata dia.
Kepala LAN mengatakan, di era keterbukaan informasi publik dan keterlibatan masyarakat yang aktif selaku pengawas kinerja pemerintah melalui berbagai media membuat posisi pemimpin atau kepala daerah tidaklah mudah. Selain dihadapkan pada kondisi keterbatasan sumber daya manusia, anggaran, kultur dan dinamika, seorang pemimpin juga dituntut piawai dalam menyikapi setiap perubahan yang ada.
“Oleh karena itu, pemimpin daerah dituntut mampu memberikan terobosan-terobosan untuk memecahkan berbagai permasalahan di daerahnya. Salah satunya melalui inovasi yang diharapkan dapat memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala LAN mengatakan  bahwa kerjasama yang dilakukan sejumlah pemerintah daerah ini memiliki makna yang luar biasa bagi sebuah pembelajaran inovasi. Hal ini juga menjadi ikhtiar bersama untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, birokrasi serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Melalui penandatanganan MoU ini bukan berarti LAN lebih baik namun kita bersama-sama belajar untuk mencari teroosan-terobosan guna memecahkan permasalahan publik. Saya menyadari setiap daerah memiliki karakter yang berbeda-beda jadi kita perlu metode yang berbeda pula. Jika salah metode tentu akan membuat inovasi yang dilakukan tidak dapat terimplementasi,” jelasnya.
Bupati Tuban Fathul Huda yang terpilih menjadi salah satu daerah yang melaksanakan MoU dengan LAN dalam bidang inovasi mengatakan bahwa inovasi yang sudah berjalan perlu terus dikembangkan.
“Saya berharap kerjasama ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat dan masyarakat pada umumnya,” tutup dia. (choky/budiprayitno)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA

Lembaga Administrasi Negara SEJARAH Lembaga Administrasi Negara didirikan dengan Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1957 tertanggal 6 Agustus 1957 dan selanjutnya susunan organisasi serta lapangan tugasnya diatur dalam Surat Keputusan Perdana Menteri No. 283/P.M./1957. Pendirian Lembaga Administrasi Negara pada waktu itu terutama didorong oleh kebutuhan Pemerintah yang sangat mendesak akan pegawai negeri, lebih-lebih yang menduduki jabatan-jabatan pimpinan dalam aparatur pemerintah, akan kecakapan dan ketrampilan dalam bidang administrasi dan manajemen yang akan mendukung kemampuannya dalam melaksanakan tugasnya. Disamping itu sistem administrasi pemerintah yang pada saat itu masih berpangkal pada sistem administrasi peninggalan Hindia Belanda dan pemerintah bala tentara Jepang, kondisi seperti itu dirasakan tidak sesuai dengan kebutuhan administrasi pemerintah dalam negara Republik Indonesia yang merdeka. Oleh karena itu diperlukan adanya usaha penelitian dan p...

BERITA 5

Pelantikan Dewan Pengurus Merpati Putih Cabang LAN Jakarta – Dalam rangka menjaga kebugaran tubuh pegawai di lingkungan Lembaga Administrasi Negara (LAN) agar terhindar dari penyakit akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat, seperti : hipertensi, kolesterol, asam urat serta gula darah, LAN membuka cabang bela diri Merpati Putih. Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto mengintruksikan kepada seluruh pegawai dilingkungan LAN untuk terus menjaga kebugaran tubuh dengan terus berolahraga dan makan yang bergizi. “Jika pegawainya sehat maka pelayanan kepada masyarakat dapat lebih optimal,” jelasnya saat Pelantikan Dewan Pengurus Cabang Khusus Merpati Putih di Aula Prof. DR. Agus Dwiyanto, MPA, Jakarta, Jumat (6/4). Kepala LAN mengatakan, bela diri Merpati Putih merupakan salah satu cabang olahraga beladiri yang dapat diikuti oleh seluruh  pegawai LAN tanpa batasan usia. Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Kajian Kebijakan, Dr. Muhammad Taufiq, Dea ...