Langsung ke konten utama

BERITA 2

Peserta Latsar Wajib Internalisasikan Nilai Dasar ASN



Jakarta - Peserta pelatihan dasar (Latsar) CPNS tahun 2018 di lingkungan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Gelombang Pertama diminta untuk menjalani latsar dengan seksama dan mengambil pelajaran berharga selama proses penyelenggaraan latsar. Pesan ini disampaikan Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si saat memberikan sambutan pada Pembukaan Latsar CPNS Gelombang 1 di Graha Makarti Bhakti Nagari, Pejompongan, Jakarta, Selasa (17/4).
“Peserta diharapkan betul-betul menjalani latsar dengan seksama dan mengambil lesson learned dari penyelenggaraan latsar ini. Penyelenggara pun harus punya sensitifitas yang tinggi terhadap isu-isu kekinian sehingga menjadi nilai-nilai baru yang diberikan dalam latsar,” kata dia.
Kepala LAN juga berharap nilai-nilai dasar ANEKA, yaitu akuntabilitas; nasionalisme; etika publik; komitmen mutu dan anti korupsi akan menjadi acuan dan pondasi dasar yang akan membentuk karakter ASN yang berdaya saing dan kompeten untuk menyambut cita-cita ASN berkelas dunia pada tahun 2045.
“Dalam beberapa tahun ini LAN mencoba merumuskan nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh setiap ASN yang disebut ANEKA. Nilai-nilai dasar ANEKA adalah nilai-nilai dasar yang harus diinternalisasikan dan dilaksanakan dalam pelaksanaan tugas keseharian nantinya,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala LAN juga meminta kepada peserta, penyelenggara serta fasilitator untuk menjalankan proses Latsar ini dengan sebaik-baiknya dan memastikan penyelenggaraan berjalan dengan standar yang baik  di semua instansi.
“CPNS saat ini patut bersyukur karena menjadi calon pegawai negeri sipil pada era sekarang. Kultur, sistem, kebijakan yang sekarang dikembangkan sudah jauh lebih baik daripada dulu. Sekarang eranya sangat berbeda,” jelasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Diklat Aparatur LAN, Dr. Muhammad Idris, M.Si menambahkan bahwa terdapat beberapa agenda dalam penyelenggaraan Latsar pada tahun 2018 ini sesuai dengan PerkaLAN No. 25 Tahun 2017. Agenda itu termuat dalam kurikulum pembentukan karakter CPNS dan penguatan kompetensi teknis bidang masing-masing,  yaitu agenda sikap perilaku bela negara, agenda nilai-nilai dasar PNS, agenda Kedudukan PNS dalam NKRI dan agenda habituasi melalui metode pembelajaran yang variatif dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Metode pelatihan dasar untuk golongan III ini telah menggunakan pendekatan expressional learning, dengan memanfaatkan metode dan strategi pembelajaran yang variatif, seperti pembekalan materi, diskusi kelompok, pemutaran film pendek, simulasi dan ilustrasi dari sejumlah aktifitas belajar serta studi kasus yang telah dirancang di dalam kelas-kelas pembelajaran nantinya,” jelasnya.
Untuk diketahui Pelatihan Dasar Gelombang Pertama yang diselenggarakan LAN kali ini terdapat 200 peserta dari 7 (tujuh) instansi yang dibagi ke dalam 5 (lima) angkatan. Peserta berasal dari LAPAN, BKPM, ANRI, Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Lampung Selatan dan LAN. (irena/choky/budiprayitno)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA

Lembaga Administrasi Negara SEJARAH Lembaga Administrasi Negara didirikan dengan Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1957 tertanggal 6 Agustus 1957 dan selanjutnya susunan organisasi serta lapangan tugasnya diatur dalam Surat Keputusan Perdana Menteri No. 283/P.M./1957. Pendirian Lembaga Administrasi Negara pada waktu itu terutama didorong oleh kebutuhan Pemerintah yang sangat mendesak akan pegawai negeri, lebih-lebih yang menduduki jabatan-jabatan pimpinan dalam aparatur pemerintah, akan kecakapan dan ketrampilan dalam bidang administrasi dan manajemen yang akan mendukung kemampuannya dalam melaksanakan tugasnya. Disamping itu sistem administrasi pemerintah yang pada saat itu masih berpangkal pada sistem administrasi peninggalan Hindia Belanda dan pemerintah bala tentara Jepang, kondisi seperti itu dirasakan tidak sesuai dengan kebutuhan administrasi pemerintah dalam negara Republik Indonesia yang merdeka. Oleh karena itu diperlukan adanya usaha penelitian dan p...

BERITA 6

Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Diperlukan Untuk Hadirkan Pelayanan Publik Yang Baik Jakarta – Inovasi tata kelola pemerintahan di tengah gempuran kemajuan teknologi dan informasi mutlak diperlukan agar problematika yang dihadapi masyarakat cepat terselesaikan. Inovasi sektor pemerintahan juga diperlukan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran representasi negara di tengah mereka. Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto mengatakan, inovasi berbasis digital di era revolusi industri 4.0 perlu terus ditingkatkan. Meski demikian, inovasi yang dilakukan harus memperhatikan seluruh aspek dan konsekuensi yang ditimbulkan. “Kita memang perlu berinovasi di sektor tata kelola pemerintahan agar mampu mengikuti perubahan yang terjadi secara massive di masyarakat. Namun inovasi itu memang perlu dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif,” jelasnya saat memberikan sambutan dalam acara “Penandatanganan Nota Kesepahaman antara LAN dengan lima Pemerintah Kabupate...

BERITA 5

Pelantikan Dewan Pengurus Merpati Putih Cabang LAN Jakarta – Dalam rangka menjaga kebugaran tubuh pegawai di lingkungan Lembaga Administrasi Negara (LAN) agar terhindar dari penyakit akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat, seperti : hipertensi, kolesterol, asam urat serta gula darah, LAN membuka cabang bela diri Merpati Putih. Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto mengintruksikan kepada seluruh pegawai dilingkungan LAN untuk terus menjaga kebugaran tubuh dengan terus berolahraga dan makan yang bergizi. “Jika pegawainya sehat maka pelayanan kepada masyarakat dapat lebih optimal,” jelasnya saat Pelantikan Dewan Pengurus Cabang Khusus Merpati Putih di Aula Prof. DR. Agus Dwiyanto, MPA, Jakarta, Jumat (6/4). Kepala LAN mengatakan, bela diri Merpati Putih merupakan salah satu cabang olahraga beladiri yang dapat diikuti oleh seluruh  pegawai LAN tanpa batasan usia. Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Kajian Kebijakan, Dr. Muhammad Taufiq, Dea ...