Langsung ke konten utama

BERITA 3

ASN Harus Punya Perspektif Whole Of Governance




Jakarta - Proses reformasi birokrasi di Indonesia saat ini masih belum optimal. Padahal sudah banyak energi, anggaran dan waktu yang dikeluarkan untuk mendorong terjadinya perubahan tersebut. Kondisi ini memaksa adanya metode baru dalam reformasi birokrasi agar tata kelola pemerintahan yang baik segera terwujud.
“Memang perlu dilakukan terobosan dengan menggagas cara dan metode baru agar program reformasi birokrasi yang dijalankan pemerintah berhasil. Sejauh ini belum ada yang berhasil melakukan reformasi birokrasi sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik,” kata Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si dalam Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Reformasi Birokrasi (RLA) Angkatan XII yang mengambil tema “Penataan Daerah Aliran Sungai atau Naturalisasi Sungai”, di Graha Makarti Bhakti Nagari, Pejompongan Jakarta, Senin (16/4).
Ia menyebutkan kunci keberhasilan reformasi birokrasi ialah Kordinasi dan sinergi antar instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. Untuk itu, perlu perubahan mindset Aparatur Sipil Negara dengan mengikis ego sektoral, serta mental blok yang dapat menghambat keberhasilan reformasi birokrasi yang saat ini tengah berproses.
Menurut Kepala LAN, konsep semacam ini biasa disebut dengan Perspektif Whole of Governance. Kita  sebagai satu kesatuan Aparatur Sipil Negara yang bekerja  untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas harus bersinergi dan berkolaborasi, baik di tingkat pusat maupun daerah untuk mewujudkan keberhasilan reformasi birokrasi.
“Melalui perspektif whole of governance, saya yakin hal ini dapat memecahkan berbagai permasalahan publik yang ada di negeri ini. Diklat RLA saya harapkan juga akan mampu mengembangkan konsep roles of governance ini karena peserta akan diberikan permasalahan sesuai dengan isu aktual yang berkembang saat ini setelah itu berkolaborasi satu sama lain untuk memecahkan permasalahan tersebut,” jelasnya.
Kepala LAN mengatakan, Diklat Reform Leader Academy ini merupakan cerminan ASN bangsa ini dalam menjawab permasalahan dan isu-isu nasional  yang sifatnya lintas sektoral dan instansi dan secara sinergi dapat membedah dan mencari solusi rekomendasi kebijakannya.
“Dalam konteks ini, para peserta harus mampu bersinergi dan membangun budaya kerja sama dari semua elemen untuk memecahkan permasalahan yang diangkat dalam pelatihan ini,” kata dia. (choky/budiprayitno)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA

Lembaga Administrasi Negara SEJARAH Lembaga Administrasi Negara didirikan dengan Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1957 tertanggal 6 Agustus 1957 dan selanjutnya susunan organisasi serta lapangan tugasnya diatur dalam Surat Keputusan Perdana Menteri No. 283/P.M./1957. Pendirian Lembaga Administrasi Negara pada waktu itu terutama didorong oleh kebutuhan Pemerintah yang sangat mendesak akan pegawai negeri, lebih-lebih yang menduduki jabatan-jabatan pimpinan dalam aparatur pemerintah, akan kecakapan dan ketrampilan dalam bidang administrasi dan manajemen yang akan mendukung kemampuannya dalam melaksanakan tugasnya. Disamping itu sistem administrasi pemerintah yang pada saat itu masih berpangkal pada sistem administrasi peninggalan Hindia Belanda dan pemerintah bala tentara Jepang, kondisi seperti itu dirasakan tidak sesuai dengan kebutuhan administrasi pemerintah dalam negara Republik Indonesia yang merdeka. Oleh karena itu diperlukan adanya usaha penelitian dan p...

BERITA 6

Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Diperlukan Untuk Hadirkan Pelayanan Publik Yang Baik Jakarta – Inovasi tata kelola pemerintahan di tengah gempuran kemajuan teknologi dan informasi mutlak diperlukan agar problematika yang dihadapi masyarakat cepat terselesaikan. Inovasi sektor pemerintahan juga diperlukan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran representasi negara di tengah mereka. Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto mengatakan, inovasi berbasis digital di era revolusi industri 4.0 perlu terus ditingkatkan. Meski demikian, inovasi yang dilakukan harus memperhatikan seluruh aspek dan konsekuensi yang ditimbulkan. “Kita memang perlu berinovasi di sektor tata kelola pemerintahan agar mampu mengikuti perubahan yang terjadi secara massive di masyarakat. Namun inovasi itu memang perlu dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif,” jelasnya saat memberikan sambutan dalam acara “Penandatanganan Nota Kesepahaman antara LAN dengan lima Pemerintah Kabupate...

BERITA 5

Pelantikan Dewan Pengurus Merpati Putih Cabang LAN Jakarta – Dalam rangka menjaga kebugaran tubuh pegawai di lingkungan Lembaga Administrasi Negara (LAN) agar terhindar dari penyakit akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat, seperti : hipertensi, kolesterol, asam urat serta gula darah, LAN membuka cabang bela diri Merpati Putih. Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto mengintruksikan kepada seluruh pegawai dilingkungan LAN untuk terus menjaga kebugaran tubuh dengan terus berolahraga dan makan yang bergizi. “Jika pegawainya sehat maka pelayanan kepada masyarakat dapat lebih optimal,” jelasnya saat Pelantikan Dewan Pengurus Cabang Khusus Merpati Putih di Aula Prof. DR. Agus Dwiyanto, MPA, Jakarta, Jumat (6/4). Kepala LAN mengatakan, bela diri Merpati Putih merupakan salah satu cabang olahraga beladiri yang dapat diikuti oleh seluruh  pegawai LAN tanpa batasan usia. Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Kajian Kebijakan, Dr. Muhammad Taufiq, Dea ...