Langsung ke konten utama

BERITA 9

Widyaiswara Harus Sesuaikan Metode Pembelajaran Dengan Perkembangan Teknologi




Jakarta -  Widyaiswara harus melakukan sejumlah terobosan dalam menggunakan metode dan pendekatan pembelajaran kepada peserta didik. Di tengah era baru yang penuh dengan tantangan, kecepatan, karakteristik digitalisasi ekonomi, hi-tech, big data, artificial intelegent serta revolusi industri 4.0  sudah seharusnya metode pembelajaran yang selama ini digunakan dalam pendidikan dan pelatihan aparatur harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Kepala Lembaga Administrasi Negara, Dr. Adi Suryanto, M.Si mengatakan, pendekatan pembelajaran dengan pola klasikal sudah tidak mampu lagi mengakomodasi kebutuhan peserta didik sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman.  
“Saat ini kita dihadapkan pada generasi yang sedang bertumbuh sesuai dengan masanya. Ada generasi baby boomers, generasi X, generasi Y, hingga generasi milenial. Mereka yang dilahirkan sesuai dengan momentum masanya itu memiliki karakter, talenta dan keahlian yang berbeda. Tentu pendekatan yang kita gunakan dalam memberikan materi pendidikan dan pelatihan ke setiap generasi ini berbeda,” kata dia saat memberikan sambutan dalam acara “Orasi Ilmiah dan Pengukuhan Widyaiswara Ahli Utama”, di Auditorium Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Rabu (28/3).
Apalagi, lanjut Kepala LAN, ASN jaman sekarang yang lebih populer disebut dengan ASN jaman now memiliki karakter yang sangat up to date terhadap perkembangan teknologi dan informasi.
Menurut Kepala LAN, dengan karater ASN jaman now yang demikian, Widyaiswara harus mampu menyampaikan proses pembelajaran dengan cara yang tidak membosankan. Bahkan dengan mengadaptasi teknologi dan informasi agar ASN jaman now merasa dicerdaskan dalam pembelajaran.
“ASN jaman now yang sudah direkrut dengan susah payah dan dengan cara yang sangat baik ini harus bertambah pintar dan berdaya guna. Jangan justru sebaliknya bertambah bodoh karena widyaiswaranya kurang up date dan inovatif dalam menyampaikan materi pembelajaran,” jelasnya.
Menurut dia, banyak sekali metode dan pendekatan pembelajaran yang bisa digunakan. Metode klasikal dalam proses pelatihan juga harus disesuikan.
“Mana yang harus disesuaikan dan mana yang bisa dimodifikasi. Untuk membangun team work dan kolaborasi kita butuh kebersamaan, butuh kelas. Tetapi kalau sifatnya kompetensi teknis tertentu, dia bisa belajar sendiri, penyampaiannya bisa dengan cara non klasikal seperti pembelajaran jarak jauh, online dan sebagainya,” jelasnya.
Pendekatan teknologi dan Informasi
Sementara itu menanggapi perkembangan teknologi dan informasi yang kian massif di era revolusi industri 4.0, Lembaga Administrasi Negara saat ini tengah melakukan pembenahan di semua sektor, khususnya dalam proses pembelajaran dan penjenjangan widyaiswara.
“LAN saat ini telah mengambil kebijakan terutama untuk lingkup pelatihan yang berada di LAN seperti Training of Trainer, Training of Facilitator, Training of Coach, diklat penjenjangan widyaiswara yang akan ditransform ke dalam proses e-learning,” jelas Kepala LAN.
Menurut Kepala LAN, dengan adanya perubahan kebijakan ini maka Diklat Penjenjangan Widyaiswara yang tadinya memakan waktu satu bulan di kelas tidak lagi akan dilakukan.
“Cukup 2-3 hari Bapak Ibu datang ke LAN untuk mengikuti uji kompetensi. Untuk pembelajarannya serahkan ke masing-masing peserta. Tugas LAN menyiapkan bahan, materi, model coaching-nya, model mentoringnya, uji kompetensinya. Kita siapkan tutorial online, kita siapkan TV Diklat online, sehingga siapapun bisa mengakses,” jelasnya. (alamsyah/rima/budiprayitno)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA

Lembaga Administrasi Negara SEJARAH Lembaga Administrasi Negara didirikan dengan Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1957 tertanggal 6 Agustus 1957 dan selanjutnya susunan organisasi serta lapangan tugasnya diatur dalam Surat Keputusan Perdana Menteri No. 283/P.M./1957. Pendirian Lembaga Administrasi Negara pada waktu itu terutama didorong oleh kebutuhan Pemerintah yang sangat mendesak akan pegawai negeri, lebih-lebih yang menduduki jabatan-jabatan pimpinan dalam aparatur pemerintah, akan kecakapan dan ketrampilan dalam bidang administrasi dan manajemen yang akan mendukung kemampuannya dalam melaksanakan tugasnya. Disamping itu sistem administrasi pemerintah yang pada saat itu masih berpangkal pada sistem administrasi peninggalan Hindia Belanda dan pemerintah bala tentara Jepang, kondisi seperti itu dirasakan tidak sesuai dengan kebutuhan administrasi pemerintah dalam negara Republik Indonesia yang merdeka. Oleh karena itu diperlukan adanya usaha penelitian dan p...

BERITA 6

Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Diperlukan Untuk Hadirkan Pelayanan Publik Yang Baik Jakarta – Inovasi tata kelola pemerintahan di tengah gempuran kemajuan teknologi dan informasi mutlak diperlukan agar problematika yang dihadapi masyarakat cepat terselesaikan. Inovasi sektor pemerintahan juga diperlukan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran representasi negara di tengah mereka. Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto mengatakan, inovasi berbasis digital di era revolusi industri 4.0 perlu terus ditingkatkan. Meski demikian, inovasi yang dilakukan harus memperhatikan seluruh aspek dan konsekuensi yang ditimbulkan. “Kita memang perlu berinovasi di sektor tata kelola pemerintahan agar mampu mengikuti perubahan yang terjadi secara massive di masyarakat. Namun inovasi itu memang perlu dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif,” jelasnya saat memberikan sambutan dalam acara “Penandatanganan Nota Kesepahaman antara LAN dengan lima Pemerintah Kabupate...

BERITA 5

Pelantikan Dewan Pengurus Merpati Putih Cabang LAN Jakarta – Dalam rangka menjaga kebugaran tubuh pegawai di lingkungan Lembaga Administrasi Negara (LAN) agar terhindar dari penyakit akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat, seperti : hipertensi, kolesterol, asam urat serta gula darah, LAN membuka cabang bela diri Merpati Putih. Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto mengintruksikan kepada seluruh pegawai dilingkungan LAN untuk terus menjaga kebugaran tubuh dengan terus berolahraga dan makan yang bergizi. “Jika pegawainya sehat maka pelayanan kepada masyarakat dapat lebih optimal,” jelasnya saat Pelantikan Dewan Pengurus Cabang Khusus Merpati Putih di Aula Prof. DR. Agus Dwiyanto, MPA, Jakarta, Jumat (6/4). Kepala LAN mengatakan, bela diri Merpati Putih merupakan salah satu cabang olahraga beladiri yang dapat diikuti oleh seluruh  pegawai LAN tanpa batasan usia. Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Kajian Kebijakan, Dr. Muhammad Taufiq, Dea ...